Cara mengatasi Anak Pemarah

Perilaku Anak Muzakki Ahmad
82

Anak mudah marah atau suka marah-marah harus segera diatasi agar tidak terbawa sampai usia dewasa. Marah pada anak terjadi karena ketidaksesuaian keinginan anak dengan kenyataan. Anak yang marah akan bereaksi dengan berteriak, menangis, menghentakan kaki, mengepalkan tangan, atau bahkan sampai memukul atau menendang. Ada beberapa cara untuk mengatasi anak yang suka marah-marah. Sebagai orang tua, kita harus memahami cara mengatasi anak yang pemarah sehingga dapat melatih anak untuk mengeluarkan emosinya dengan tepat. Berikut merupakan cara mengatasi anak yang pemarah :

1. Hadapi anak yang marah dengan berusaha tenang Marah di balas dengan marah tidak efektif untuk dilakukan. Anak yang sedang marah apabila dibalas dengan marah maka akan menjadi tertekan dan tidak akan membuat anak tenang. Mungkin saja anak akan diam saat di balas dengan marah, namun diamnya anak merupakan diam yang tertekan dan akan muncul rasa kesal bahkan dendam kepada yang memarahinya. Sehingga cara yang paling efektif adalah berusaha tenang, kumpulkan kesabaran, curahkan kasih sayang, dan gunakan nada yang pelan saat berbicara menasihati anak. Beri sara aman dan nyaman pada anak dan gunakan kesempatan berbicara dengan nada pelan untuk meredakan emosi anak. Nasihati anak dengan nada yang pelan setelah anak sudah tidak marah.

2. Marah dapat menular Berhati-hatilah saat kita marah dengan pasangan kita, dengan pembantu, dengan orang lain saat berpergian. Apabila anak kita sering bersinggungan dengan orang yang mudah marah maka secara tidak langsung anak kita juga akan mudah marah. Kita harus belajar untuk menjadi penyabar agar lingkungan anak akan diisi oleh aura positif sehingga anak akan belajar juga untuk menjadi penyabar.

3. Ajak anak melakukan hal yang menyenangkan Ketika marah, anak akan susah mengkontrol diri. Kita dapat mengalihkan kemarahannya dengan mengajak anak untuk melakukan hal yang menyenangkan. Apabila anak kita suka menggambar, ajaklah untuk menggamabar bersama. Hal ini dapat membuat anak berusaha mengendalikan marahnya dan kemudian dia akan berfikir untuk menerima tawaran atau tidak. Coba berikan tawaran ajakan yang lain ketika ajakan pertama ditolak. Pastikan ajakan yang di tawarkan adalah ajakan aktivitas positif yang anak-anak suka seperti menggambar, bermain, berenang. Hindari ajakan beli jajan atau beli mainan karena hal ini membuat anak akan berfikir tentang transaksi yang dapat digunakan saat anak sedang menginginkan sesuatu. Bagaimana saat ajakan kita ditolak semua oleh anak. Maka kita harus tetap sabar dan setidaknya anak akan berfikir kalau dia menyesal menolaknya, sehingga saat dia marah di lain waktu maka sang anak akan lebih memperhitungkan tawaran yang kita berikan serta akan lebih bisa dalam mengkontrol emosinya.

4. Tegas perlu dilakukan Tegas adalah cara yang cukup efektif melatih emosi anak. Ingat bahwa tegas tidak sama dengan marah. Tegas dapat kita sampaikan dengan cara tenang namun konsisten. Contoh : Ketika anak berteriak saat marah maka kita dapat sampaikan "Nak, kalau kamu berteriak Ayah dan Bunda tidak bisa tahu kamu ingin apa, bilang yang baik ke Ayah/Bunda" saat anak masih berteriak, maka sampaikan dengan tegas dengan nada yang tenang "Ayah/Bunda tidak tidak tahu apa yang kamu mau karena kamu teriak-teriak terus, Ayah/Bunda akan mendengarkanmu kalau kamu sudah tenang dan tidak berteriak-teriak lagi. Pastikan kita tidak terpancing emosi sehingga kita tidak ikut marah. Konsisten tegas untuk tetap diam sampai anak tenang dan berhenti berteriak. Bagaimana apabila anak marah-marah ditempat umum, kita dapat dengan tegas memberikan pilhan " Kalau kamu tetap marah berteriak seperti ini, Ayah dan Bunda tidak akan mau membelikan kamu eskrim lagi" jika anak terus marah dan berteriak maka tegaslah untuk tidak membelikan eskrim lagi sampai akhirnya anak berfikir dan menyesali perbuatannya. Ketika dirasa anak sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya baru kita barikan kesempatan membelikan eskrim lagi dengan catatan anak janji tidak marah dengan berteriak-teriak.

5. Sounding ketika anak sedang tidak marah bahwa berteriak, menendang, memukul adalah hal yang tidak baik Lakukan sounding atau menasihati terus menerus ketika anak sedang dalam perasaan gembira, sampaikan bahwa berteriak, menendang, memukul merupakan perbuatan yang tidak baik.

1 Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar
Siti Hamidah Asshoffa
5m

Terimakasih untuk artikelnya (edited)

Artikel Terkait
GTM "Cara Jitu Mengatasinya"

Ayah bunda pasti sedih saat anak ngga mau makan, Istilah...


Kenali Tanda Anak Sehat dan Bahagia

Anak sehat dan bahagia ada tanda-tandanya lo, yuk kita...


Bukan hanya Ayah Bunda saja yang harus Sabar, Anak juga harus dilatih Sabar

Kesabaran tidak terbentuk begitu saja pada seorang anak...


Pemicu Anak Jadi Pembully, Ayah Bunda Wajib Tahu!

Berita tentang perundungan anak sering kita dengar. Meski...