Berdamai dengan Anak
Apa maksudnya berdamai dengan anak? Konflik antara anak dan orang tua kerap terjadi, ada dua pilihan untuk menanggapi setiap konflik yang terjadi. Pertama emosi dengan marah-marah pilihan yang ke dua adalah tahan emosi dan berusaha tenang menasihatinya.
Kita simulasikan pada kasus semisal anak melakukan hal yang salah seperti bermain lumpur di dalam rumah tanpa sepengetahuan kita.
Pilih mana? Spontan marah-marah atau menahan diri kemudian memberi nasihat dengan nada pelan?
Jika kita spontan memarahi anak sambil membersihkan lumpur serta mengancam "kalau sampai main lumpur lagi dirumah bunda ngga akan belikan eskrim lagi."
Atau pilihan kedua kita menahan emosi sambil berfikir bagaimana caranya agar sang anak tidak main lumpur di dalam rumah kembali, dengan nada pelan kita meminta sang anak untuk membersihkan lumpur bersama-sama sambil menasihati dengan kata-kata yang pelan, "tahu ngga nak kalau didalam rumah tempat untuk beraktifitas yang bersih-bersih, kalau mau main lumpur besok di halaman rumah ya."
Anak akan meniru apa yang orang tuanya lakukan. Apabila orang tua mudah emosi dan sering marah-marah maka sang anak juga akan mudah marah dan berbicara dengan nada tinggi, atau bahkan apabila orang tua suka memukul/mencubit anaknya saat memarahinya maka sang anak juga akan dengan mudah memukul dan mencubit temannya.
Suasana berdamai dengan anak akan jauh lebih mudah untuk berkomunikasi sehat dibandingkan saat kita menyampaikan pesan dengan nada marah. Pesan akan masuk dan diterima oleh anak saat kita bicara tanpa emosi.
Memang tidak mudah menahan emosi, namun dengan berlatih kita pasti bisa membiasakannya.
Artikel Terkait
Emosi Labil, Jenuh, Bingung, dan Merasa Sendiri Mengurus Anak
Berikut merupakan beberapa hal yang Anda butuhkan untuk...
Akung dan Uti bukan Pembantu
Saya sering menjumpai sepasang Kakek dan Nenek atau biasa...
Istri tidak Bekerja, eh siapa bilang?
Seorang suami kepada istrinya "Berangkat dulu ya sayang" ...
0 Komentar