Menakut-nakuti Anak, memang boleh?

Sikap Ortu Siti Hamidah Asshoffa
66

"Ali cepat masuk rumah! awas itu ada monster lo di depan rumah." Bergegas anak langsung masuk rumah dan hati bundapun senang. Monster, Hantu, bahkan Polisi di jadikan alat untuk menakut-nakuti anak. Menakut-nakuti anak dengan tujuan agar menuruti perintah kita, kerap saya lakukan karena ini efektif. Namun saya bertemu beberapa referensi apabila cara ini memiliki dampak yang cukup berbahaya. Memori anak akan mengingat apa yang di sampaikan orang tuanya bahkan sampai si anak tumbuh menjadi anak yang berfikir matang. Tiba saat masanya sang anak menyadari apabila yang disampaikan orang tuanya saat menakut-nakuti itu tidak benar. Sang anak akan menganggap apabila orang tuanya suka berbohong dan ini dapat ditiru anak apabila berbohong itu tidak apa-apa. Dampak lain yang terjadi adalah anak menjadi penakut, tidak mau tidur sendiri, tidak berani ke kamar mandi sendirian malam-malam, tidak berani mengeksplore hal-hal baru.

Sejak tahu resiko yang bakal terjadi saat menakut-nakuti anak, saya jadi lebih berhati-hati apabila meminta anak menuruti perkataan/perintah kita. Bahasa yang di gunakan lebih ke hal yang logis dan sebenarnya. Saat anak terlalu asyik main di luar dan ngga mau masuk rumah, kata-kata yang saya gunakan "Ali masuk rumah yuk, sudah sore bentar lagi gelap." atau tawarkan sesuatu yang anak suka "Ali main di rumah yuk, nanti bunda gambar transformer Ali yang mewarnai". Memang kadang anak tidak cepat merespon, tapi lama-lama dia akan memutuskan untuk memilih tawaran yang diberikan. hehe sekedar sharing, mungkin ada yang punya cara lain bisa dishare ya.

0 Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar
Artikel Terkait
Jangan cuma Sibuk Mendidik dan Merawat Anak, Cobalah untuk sejenak berubah menjadi anak.

Jadi Orang Tua Itu Seru, Tapi Pernah Nggak Sih Kita Tanya...


Luka yang Tak Terlihat

Dampak Marahnya Orang Tua pada Anak: Luka yang Tak Terlih...


Saya Tidak Sadar, Saya Menghalangi Kreativitas Anak Saya

Sampai kapan kita akan memperlakukan anak sebagai makhluk...


Tidak Konsisten dalam Memberikan Contoh

Banyak sekali orang tua yang tidak sadar apabila dirinya...


Anak menangis, salahnya benda-benda disekitar

Sebagai orang tua kita tidak ingin kalau anak kita menang...