Jangan cuma Sibuk Mendidik dan Merawat Anak, Cobalah untuk sejenak berubah menjadi anak.

Sikap Ortu Admin
31

Jadi Orang Tua Itu Seru, Tapi Pernah Nggak Sih Kita Tanya "Gimana Rasanya Jadi Anak Kita?"

Menjadi orang tua untuk pertama kalinya itu rasanya campur aduk. Jujur saja, ada senangnya, tapi tegangnya juga luar biasa. Begitu si kecil lahir, dunia kita berubah total. Fokus kita cuma satu: gimana cara jadi orang tua yang baik buat dia.
Selama ini, kalau kita baca buku parenting atau artikel di internet, pesannya hampir selalu sama: "Ayah dan Ibu harus kompak." Kita diminta satu suara, satu visi, biar anak nggak bingung. Itu benar banget, komunikasi antar orang tua memang kunci supaya aturan di rumah nggak mencla-mencle.
Tapi, ada satu hal yang sering kita lupakan di tengah kesibukan kita berdiskusi soal metode pengasuhan.

Si "Pemeran Utama" yang Terlupakan

Kita sibuk mengatur anak, memilih sekolah terbaik, sampai membatasi waktu layar, tapi kita sering lupa kalau anak kita adalah pemeran utamanya. Dialah yang merasakan langsung setiap dampak dari "eksperimen" parenting yang kita terapkan.
Pernah nggak sih kita berhenti sejenak dan bertanya:

"Apakah cara kita mendidik sudah nyaman buat dia?"

"Apakah suaranya sudah cukup kita dengar?"

"Atau jangan-jangan, kita cuma memaksakan idealisme kita tanpa peduli perasaannya?"

Belajar dari Celoteh Santai bersama Anak

Ternyata, kunci parenting yang asyik itu sederhana: ajak dia ngobrol.
Coba deh dengerin curhatan singkatnya pas baru pulang sekolah. Kadang omongan mereka terdengar sepele atau lucu, tapi di situlah kejujuran mereka berada. Dengan memberi ruang bagi mereka untuk memberi masukan, kita sebenarnya sedang membangun jembatan kepercayaan.
Nggak ada salahnya, lho, menerima pendapat anak. Misalnya, kalau dia merasa cara kita menegur terlalu galak, ya kita coba perbaiki. Melibatkan anak dalam proses parenting sehari-hari justru bikin suasana rumah jadi lebih adem dan menyenangkan buat semua pihak.

Bahagia Itu Dirasakan, Bukan Dipaksakan

Pada akhirnya, nggak ada satu pun model parenting di dunia ini yang benar-benar sempurna atau "paling ideal". Model yang terbaik adalah model yang membawa kebaikan buat anak sekaligus memberikan kebahagiaan yang bisa dia rasakan langsung.
Karena buat apa kita merasa sudah jadi orang tua yang hebat kalau anak kita sendiri nggak merasa bahagia? Yuk, mulai lihat dunia lewat kacamata anak kita.

0 Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar
Artikel Terkait
Luka yang Tak Terlihat

Dampak Marahnya Orang Tua pada Anak: Luka yang Tak Terlih...


Saya Tidak Sadar, Saya Menghalangi Kreativitas Anak Saya

Sampai kapan kita akan memperlakukan anak sebagai makhluk...


Tidak Konsisten dalam Memberikan Contoh

Banyak sekali orang tua yang tidak sadar apabila dirinya...


Anak menangis, salahnya benda-benda disekitar

Sebagai orang tua kita tidak ingin kalau anak kita menang...


Apresiasi pada anak

Anak usia bawah lima tahun merupakan anak yang sangat...