Marah saat Anak Jujur

Sikap Ortu Admin
34

“Ayah tadi aku coret-coret motor ayah pakai crayon Ali.” “Bunda tadi aku main lompat-lompatan ditumpukan baju.” Begitu polosnya anak saat ingin bercerita kepada orang tuanya, karena pada dasarnya setiap anak terlahir dan berkembang dengan kejujuran.

Seringkali bibit kejujuran anak tidak tumbuh subur bahkan mati dikarenakan banyak orang tua marah saat anak jujur. Mungkin sebal karena melihat rumah jadi berantakan atau benda-benda kesayangan seperti motor, mobil atau makeup rusak. Emosi juga sering terjadi saat lelah pulang kerja, banyak masalah di tempat kerja dan akhirnya mudah emosi saat anak melakukan kesalahan.

Hati-hati, salah merespon kejujuran anak dapat menyebabkan anak berfikir untuk berbohong atau mengarang cerita untuk menghindari kemarahan orang tua. Memang susah menerima kesalahan anak meskipun anak sudah berkata jujur. Nah kita sebagai orang tua harus belajar untuk mengatasi kondisi tersebut.

Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua?

Saat anak berkata jujur ketika melakukan kesalahan, tahan emosi, ucapkan “Terimakasih nak sudah cerita pada ayah atau Terimakasih sudah memeberi tahu Bunda” selanjutanya minta anak untuk bertanggung jawab atas kesalahannya, contohnya saat anak mencoret-coret motor/mobil dan kemudian cerita apa yang dilakukan ke kita sebagai orang tua maka katakan “Terimakasih sudah cerita sama ayah, ayo kita bersihkan motor/mobil ayah” sambil membersihkan sambil disampaikan perlahan bahwa coret-coret motor/mobil atau tembok rumah itu tidak baik. Coret-coret bisa dilakukan di papan tulis atau kertas. Bila saat diajak bertanggung jawab sang anak tidak mau melakukan maka kita harus kembali lagi menahan emosi. Tunggu sebentar sampai anak menginginkan sesuatu, misal anak ingin beli eskrim atau ingin menonton TV maka gunakan kesempatan ini untuk melatih anak bertanggung jawab atas kesalahan yang anak lakukan. “Ali boleh beli eskrim/ menonton TV tapi bersihkan dulu coret-coret nya ya!”

Melatih anak untuk menyadari kesalahan dan bertanggung jawab memang sangat sulit, namun sahabat Momong yakin kamu dapat melakukan hal itu dengan terus belajar dan bersabar.

0 Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar
Artikel Terkait
Jangan cuma Sibuk Mendidik dan Merawat Anak, Cobalah untuk sejenak berubah menjadi anak.

Jadi Orang Tua Itu Seru, Tapi Pernah Nggak Sih Kita Tanya...


Luka yang Tak Terlihat

Dampak Marahnya Orang Tua pada Anak: Luka yang Tak Terlih...


Saya Tidak Sadar, Saya Menghalangi Kreativitas Anak Saya

Sampai kapan kita akan memperlakukan anak sebagai makhluk...


Tidak Konsisten dalam Memberikan Contoh

Banyak sekali orang tua yang tidak sadar apabila dirinya...


Anak menangis, salahnya benda-benda disekitar

Sebagai orang tua kita tidak ingin kalau anak kita menang...