Cara Membangunkan Anak 3-6 tahun di Pagi Hari dengan Benar menurut Psikolog
Usia 3-6 tahun adalah usia prasekolah anak dimana akan ada rutinitas pagi hari sang anak berangkat ke Paud atau TK. Membangunkan anak di pagi hari dengan cara yang salah dapat menyebabkan sakit pada area belakang kepala, kecemasan, dan seringkali menjadi sumber kemarahan baik anak maupun orang tua. Teriakan dan ancaman mungkin terlihat efektif untuk sesaat, namun menurut psikolog, cara membangunkan anak dengan teriak dan mengancam seperti itu justru dapat menimbulkan mengencangnya otot leher, kecemasan dan merusak hubungan orang tua dengan anak.
Bagaimana cara yang baik menurut psikolog, gunakan bahasa kasih sayang dan penuh rasa aman. Dimulai sejak malam sebelum anak tidur, orang tua memastikan anak tidur cukup dengan konsistensi waktu tidur yang terjadwal. Anak yang cukup tidur akan secara alami lebih mudah dibangunkan keesokan harinya.
Saat waktu bangun tiba, hindari membangunkan dari jarak jauh dengan teriakan. Cara yang baik adalah mendatangi anak di kamarnya. Gunakan suara yang lembut dan sentuhan halus, seperti mengusap kaki atau pundak, hal ini dapat merangsang sistem sarafnya untuk bangun secara lebih alami. Beri anak waktu transisi 5-10 menit untuk sepenuhnya sadar sebelum meminta mereka mulai bangun dan beranjak dari tempat tidur. Saat sudah 5 -10 menit datangi kembali anak dan minta untuk bangun dan memulai aktifitas. Kesabaran dibutuhkan untuk tetap konsisten menggunakan bahasa kasih sayang.
Untuk membangun kemandirian dan mengurangi perlawanan, libatkan anak dalam rutinitas pagi hari. Buatlah bagan rutinitas visual yang mudah diikuti atau berikan mereka pilihan sederhana, seperti ikut ibadah atau menyiapkan baju sekolah. Hal ini memberikan rasa kendali, yang sangat penting bagi perkembangan psikologisnya. Untuk anak 3-6 tahun mengajak mereka ngobrol seperti adik mau lihat bintang fajar, atau adik ayah mau siap-siap kekantor, mau nyiapin baju sama-sama ngga? sehingga bangun pagi tidak lagi terasa seperti paksaan.
Agar pagi hari menjadi momen yang dinanti, ciptakan asosiasi positif. Sajikan suasana tanpa marah, luangkan waktu beberapa menit untuk berpelukan atau bercerita seru tentang hari ini, dan berikan pujian atas usaha mereka. Dengan mengubah pagi hari dari medan perang menjadi waktu berkoneksi, anak akan merasa dicintai dan didukung. Konsistensi dalam menerapkan strategi ini lambat laun akan mengajarkan anak tanggung jawab atas rutinitas paginya sendiri, menjadikan awal hari yang lebih damai dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Artikel Terkait
Anak pertama baru lahir? Jangan khawatir
Belajar merawat bayi baru lahir. Ada beberapa hal yang...
Pemberian Imunisasi Dasar : Melindungi si kecil dari Penyakit Berbahaya
Imunisasi dasar adalah langkah penting untuk memasti...
Kualitas Tidur Balita berpengaruh pada Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Usia 0-1 tahun kegiatan yang paling banyak dilakukan...
Yuk Belajar Arti Tangisan Bayi
Ayah dan Bunda sebagai orang tua baru sering kebingunga...
Cara Memandikan Bayi
Tahukah ayah bunda bahwa bayi yang baru lahir tidak perlu...
0 Komentar